Rabu, 03 Juni 2020

Tidak selalu orang yang kupilih juga memilihku. terkadang Tuhan membuat apa-apa yang begitu kita kagumi pergi begitu saja. bukan karena Allah tak perduli,tapi Allah menghadiahkan kesendirian itu untukku. Memberikan sedikit rasa sunyi agar aku menjenguk diri sendiri. Agar aku perduli dengan diri sendiri.
Aku mungkin baru tersadar aku telah terlampau mengacuhkan diri sendiri karena sibuk memikirkan yang seharusnya tak aku pikirkan. 
Dari sekarang aku hentikan menyibukkan ingatan tentangmu. Aku berhenti semua tentangmu, tersadar bagiku ini adalah kesalahan. Allah lebih perhatian padaku lewat rasa kecewa ini, karena ternyata terlalu mengharapkan berlebihan itu memang menyakitkan. 
Kini tak ada lagi kau temukan aku yang kemarin,pernah mengingatmu yang berlebihan. Allah memberikan rasa kecewa ini agar aku bisa menyimpulkan bahwa mengagumimu menurutku baik tapi belum tentu baik menurut-Nya.
Tak apa aku sudah tenang tanpa mengingatmu. karena aku yakin Allah nantinya akan mandatangkan yang jauh lebih baik jika aku mampu bersabar dan taat. 

Minggu, 26 April 2020

23.30

Tak harus cepat, tak harus drastik untuk kau betulkan segalanya. Cukup untuk kau sadar bahwa diri kau juga punya harga untuk kau jaga. Perlahan lahan menghargai diri sendiri dan orang lain, in sya Allah, semoga kau (si pembaca) dan aku, sama-sama tidak selalu menyakiti dan disakiti.

Sabtu, 25 April 2020

Hidup terus berlanjut

Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli arah melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat Bukan karena patah hati sebelumnya. Bukan karena aku ingin mencari pengganti secepat mungkin. Ini hanya soal waktu. Waktu berlalu begitu sangat cepat bagi masa-masa kasmaran. Tapi waktu juga begitu lambat kujalani, bagiku untuk memperbaiki diri, menata hati dan meredam ambisi. Sampai pada suatu saat nanti, aku dipertemukan lagi dengan orang-orang yang hebat, orang-orang yang memiliki berbagai macam karakter, orang-orang yang akan berpengaruh dalam hidupku. Yah… aku akan menyapa mereka dengan senyuman dan kebaikan. kita akan bertukar pengalaman dan pengetahuan. Hingga pada akhirnya satu yang akan aku pertahankan. Hanya satu. Tuhan, lindungilah aku… jangan butakan antara cinta dan nafsu. Walau mereka memberikan janji ini dan itu. Jagalah diriku. Sibukkan aku dengan memperbaiki diri.

cinta yang sirna

Dulu, ketika engkau telah berulang kali melakukan kesalahan padaku, Dan memintaku untuk sekali lagi memaafkanmu. Pada saat itu aku hanya sangat membencimu, tapi aku tidak mau amarahku bertumpuk di hati dan menjadikan kerasnya egoku ini sebagai alasan untuk tidak memaafkanmu. Dulu ketika kamu yakin memintaku untuk menjadikanku sebagai wanita disisimu. Wanita yang diyakini bahwa aku tidak akan pernah mengecewakanmu, aku menerima dengan segala kekuranganmu, aku yang akan selalu setia tetap bersamamu apapun yang terjadi. Tahu apa yang ada di pikiranku saat itu? Aku pun tidak tahu pasti, karena traumaku akan perbuatan mu masih kuingat jelas. Tapi lagi-lagi aku tidak mau menolak takdir Tuhan. Aku coba menjalaninya tanpa ada rasa khawatir karena aku hanya melihat kalo waktu itu ingin berubah menjadi lebih baik. wanita yang menemanimu dari titik Nol dan selalu menemani disetiap langkah kakimu, dan sekarang menjadi asing untukmu. Dan itu adalah aku. Dulu aku mampu menerimamu apa adanya dan tidak pernah berpaling ke laki-laki lain yang lebih pantas untukku tetapi aku tetap menemanimu. Aku yang menemanimu didalam berbagai keadaanmu, ketika kamu kehilangan semangatmu, ketika kamu marah, ketika kamu senang, ketika kamu bahagia, ketika kamu sedih dan ketika kamu mampu meraih semua impian dan harapanmu menjadi terwujud. Tapi semua itu berubah seketika setelah kamu sudah Mencapai Kesuksesanmu, Mungkin aku Sedikit Menjauh, karena aku tau orang orang di sekelilingmu lebih berhak dekat denganmu. Kamu meninggalkanku tanpa mengingat perjuangan kita saat memulainya, dan sekarang aku mungkin hanyalah butiran debu dihidupmu. Yang kamu hembus akan hilang ataupun sirna dari kehidupanmu. Jika kamu membaca pesanku ini, aku hanya ingin bilang, "aku sekarang sudah jauh lebih baik-baik saja, buktinya aku sudah sanggup menulis ini, kan? Aku malah khawatir kamu yang tidak akan baik-baik saja. Karena aku hanya ada satu di dunia ini. Dan kamu tidak akan pernah menemukannya lagi.." Bagaimana pun aku tidak pernah menyesali ini. Ini sudah menjadi jalan hidup yang memang seharusnya aku lewatkan bersamamu, walau sebentar. Doakan saja aku bahagia dengan laki-laki yang baik, yang tidak akan pernah meninggalkanku karena dia mencintaiku dengan tulus, yang tidak sepertimu. Jangan sampai hari yang kamu yakini buruk pada saat itu akan membuatmu menyesalinya seumur hidup karena telah menganggapnya buruk.