Sabtu, 25 April 2020
cinta yang sirna
Dulu, ketika engkau telah berulang kali melakukan kesalahan padaku, Dan memintaku untuk sekali lagi memaafkanmu. Pada saat itu aku hanya sangat membencimu, tapi aku tidak mau amarahku bertumpuk di hati dan menjadikan kerasnya egoku ini sebagai alasan untuk tidak memaafkanmu.
Dulu ketika kamu yakin memintaku untuk menjadikanku sebagai wanita disisimu. Wanita yang diyakini bahwa aku tidak akan pernah mengecewakanmu, aku menerima dengan segala kekuranganmu, aku yang akan selalu setia tetap bersamamu apapun yang terjadi. Tahu apa yang ada di pikiranku saat itu? Aku pun tidak tahu pasti, karena traumaku akan perbuatan mu masih kuingat jelas. Tapi lagi-lagi aku tidak mau menolak takdir Tuhan. Aku coba menjalaninya tanpa ada rasa khawatir karena aku hanya melihat kalo waktu itu ingin berubah menjadi lebih baik.
wanita yang menemanimu dari titik Nol dan selalu menemani disetiap langkah kakimu, dan sekarang menjadi asing untukmu. Dan itu adalah aku.
Dulu aku mampu menerimamu apa adanya dan tidak pernah berpaling ke laki-laki lain yang lebih pantas untukku tetapi aku tetap menemanimu. Aku yang menemanimu didalam berbagai keadaanmu, ketika kamu kehilangan semangatmu, ketika kamu marah, ketika kamu senang, ketika kamu bahagia, ketika kamu sedih dan ketika kamu mampu meraih semua impian dan harapanmu menjadi terwujud.
Tapi semua itu berubah seketika setelah
kamu sudah Mencapai Kesuksesanmu, Mungkin aku Sedikit Menjauh, karena aku tau orang orang di sekelilingmu lebih berhak dekat denganmu. Kamu meninggalkanku tanpa mengingat perjuangan kita saat memulainya, dan sekarang aku mungkin hanyalah butiran debu dihidupmu. Yang kamu hembus akan hilang ataupun sirna dari kehidupanmu.
Jika kamu membaca pesanku ini, aku hanya ingin bilang, "aku sekarang sudah jauh lebih baik-baik saja, buktinya aku sudah sanggup menulis ini, kan? Aku malah khawatir kamu yang tidak akan baik-baik saja. Karena aku hanya ada satu di dunia ini. Dan kamu tidak akan pernah menemukannya lagi.."
Bagaimana pun aku tidak pernah menyesali ini. Ini sudah menjadi jalan hidup yang memang seharusnya aku lewatkan bersamamu, walau sebentar. Doakan saja aku bahagia dengan laki-laki yang baik, yang tidak akan pernah meninggalkanku karena dia mencintaiku dengan tulus, yang tidak sepertimu.
Jangan sampai hari yang kamu yakini buruk pada saat itu akan membuatmu menyesalinya seumur hidup karena telah menganggapnya buruk.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar